Postingan

AKU RINDU. itu saja

        Hari ini telah lama semenjak perjalanan 510 km dari stasiun Purwosari, Kota Surabaya. Tapi setiap aku masuk kedalam stasiun, naik ke atas kereta, melihat para anak muda memakai keril, aku jadi teringat perjalanan itu. Bagaimana aku telah berani mengambil resiko, menembus batas ketakutan, melupakan kepenatan dan melupakan kehidupan nyaman didalam rumah. Bermodal minim pengalaman dan review yang tak kunjung selesai aku berani membawa teman temanku ke dalam perjalanan panjang itu. Pertama kalinya aku naik bis ke arah Surabaya, nggak peduli keringet segede jagung menetes dari dahi. Diajak ngobrol sama orang Surabaya didalam bis, mengamati orang yang naik turun bis selama 7 jam, hampir ketiduran didalam bis, di pepet calo tengah malam, perjalanan malam dengan bis sarat muatan dan orang orang berbicara bahasa madura dan lain lain. Bagi kami yang pendaki lepas, kami belum punya saudara dan koneksi sebanyak anak mapala. Tapi semua itu bukan masalah bagi kita, tidur ...

kepingan cerita perjalanan turun menuju Danau Taman Hidup

Gambar
          Sebenarnya tidak banyak yang diceritakan saat perjalanan turun. Terlepas dari perjalanan cukup mencekam semenjak dari puncak arca sampai di danau taman hidup. Kondisi jalan yang dilewati dari puncak cukup beragam, melewati turunan terjal, pinggiran lembah, pepohonan tinggi, ilalalang, pos cemara lima dan hutan lumut. Kami ber 5 menjadi rombongan terakhir dari 3 rombongan yang ada. Sedangkan aku dan Kendar kembali di garda depan. Berjalan cukup cepat menuruni turunan terjal berbatu dan berdebu. Lalu kami di sambut dengan pohon pohon pinus tinggi dengan jarak berjauhan. Mengingat kami pernah mendengar suara dan melihat babi di alun alun besar dan cisentor, kita berdua sedikit was was saat disini. hanya berdua lagi. Sesekali aku menengok ke belakang dan Kendar menyuruhku terus berjalan. Awalnya tidak ada firasat apa apa namun ketika aku mendengar suara aneh aneh dikejauhan aku berhenti dan menengok ke belakang lagi. Raut muka Kendar menurutku berubah ...

Umbul Sidomukti Ungaran, Jawa Tengah

Umbul Sidomukti 28 Desember 2014 Hai, kali ini aku akan cerita trip keluarga yang direncanakan dadakan. Iyalah, tiap maen bareng keluarga mah adanya dadakan mulu, klo nggak dadakan biasanya gagal. Hihi. Oke, lanjut. Umbul Sidomukti sendiri berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Jika dari  Boyolali/Solo, sesampainya Ambarawa setelah ada PT Coca cola belok kiri, biasanya ada pak ogah alias bapak bapak yang ngatur jalan menuju Bandungan . Ikuti saja jalan sampai pasar Jimbaran yang ada di sebelah kiri. Nah habis itu belok kanan menuju arah Sidomukti yang dibuat jalan searah. Jalanan disini sudah beraspal hanya saja jalannya yang nanjak dan sempit. Jadi aku kira bus besar tidak bisa naik keatas. Banyak petunjuk juga untuk mencapai lokasi, jadi jangan khawatir tersesat. Jalannya pun melewati rumah penduduk yang sangat padat. Umbul yang artinya air yang memancar tinggi berasal dari mata air gunung Ungaran adalah sumber air dari kolam yang ada di area ...

cerita dari Rawa Embik menuju Savanna Lonceng ; Senyap

Gambar
Perjalanan panjang 5 hari tanpa listrik dengan 1 kamera LSR, 1 kamera pocket dan 1 kamera handphone tidak cukup untuk mengabadikannya. Terkadang ada saat dimana pemandangan dan cerita perjalanan tidak terekam dalam foto. Entah karena terlalu menikmati perjalanan atau terlalu lelah untuk mengeluarkan kamera dan membidiknya. Tapi kepingan cerita yang terekam dalam otak lebih tajam untuk di ingat. Dan lebih seru untuk di tulis dalam sebuat cerita ... mungkin tulisan ini sedikit berantakan, tapi sedikit usahaku untuk belajar menuangkannya dalam kata kata ... Sepi, sangat sunyi. Bisa ku bayangkan bagaimana jika terjadi sedikit kesalahan. Tak ada orang. Diam memilukan. Berteriak mengerikan. ini hari ke 3 di dalam hutan ... Sedikit yang aku rasakan saat berjalan dari rawa embik menuju savanna lonceng. Tidak ada petunjuk jalan menujuu savanna lonceng saat di rawa embik. Hanya ada petunjuk ke kanan menuju puncak, itupun masih lama. Namun insting mengatakan perjalanan harus ke kir...

jelajah jogjakarta #part1

Gambar
Hari kamis, aku beranjak dari kasur untuk memulai pagi yang tak biasa. biasanya hari Kamis adalah dari tenang setelah 3 hari dari Senin berkutat dikampus seharian. Atau biasanya Kamis adalah hari dimana kewajiban ngapel ke perpusatakaan pusat UGM, hha. tapi kali ini, pukul 6 pagi aku udah beranjak untuk pergi ke suatu tempat, explore Jogjakarta! haha. agak alay memang, atau memang sedang mengikuti trend alay anak sekarang? hihihi oke, langsung aja lah ya, setelah makan bubur pagi hari yang sebenernya nggak mengenyangkan wkwk, aku dan partner explore ku hari ini siap menjelajah! 1. Jembatan Kuning Imogiri Jembatan ini berada di Selopamioro, Imogiri, Bantul. Untuk sampai ke sini, kami melewati jalan Imogiri Timur menuju SMP 2 Imogiri, lalu belok ke arah kiri masuk ke pedesaan. lurus terus saja sampai ketemu dengan jembatan di sebelah kanan jalan. Sebelum sampai di jembatan gantung kita akan dimanjakan dengan pemandangan mulai dari sungai jernih, persawahan dan tumbuhan tumbuhan hija...

sungai kolbu gunung argopuro

Gambar
walau kelihatannya dekat, sebemarnya cukup jauh juga turunnya pagi itu cuaca dingiiinnn banget. Aku menawarkan diri ikut Kendar dan Ghufron untuk mengambil air di sungai kolbu sambil menunggu beras yang dimasak matang. nggak peduli sedingin apa cuaca pagi itu, tapi rasanya kurang lengkap kalau belum menyentuh sungainya hihi. dengan bermodal beberapa botol kosong dan di dukung dengan sandal jepit tanpa kaos kaki dan jaket, pagi itu pagi begitu menggigit.. aku sampai menutup mukaku. bahkan kakiku yang suka alergi kalau kedinginan pun nggak ngaruh pagi itu. untuk mencapai sungai kolbu dari area camp, kita harus berjalan pelan pelan sekitar 5 menit melewati jalan di antara rereumputan yang teball, setelah itu harus menuruni lembah karena posisi sungai yang ada dibawah. aku, Kendar dan Ghufron waktu itu jalan terpisah pisah mencari jalan. dan yang pertama kali menyentuh air adalah Ghufron. "Fron, lewat mana??" Kendar lalu ikut turun di susul aku. setelah sampai di pinggi...

tentang sudut camp area

Gambar
3 tenda, 9 manusia di tengah hutan 3 tenda, 9 manusia. rasanya kayak apa aja ya. jadi keinget sinetron itu. bukan, ini bukan tentang serigala, bukan juga tentang binatang binatang bicara itu. ini cerita tentang sudut camp area berisikan 9 manusia. lahan camp selalu punya cerita tersendiri bagiku. cerita yang orang lain tidak tahu, dan hanya aku sendiri yang tahu. cielah hahaa. pagi hari di lahan camp adalah saat dimana aku merasa benar benar sendiri. pagi hari, suara gemericik air terjun di ujung lembah, suara kresek kresek binatang penghuni gunung, desiran angin pagi, sunyinya gunung. aku merasakan itu setiap aku keluar tenda di pagi hari. dari suasana gelap sampai matahari mulai menyinari... foto ini aku ambil saat pagi hari di savanna cikasur. pagi itu baru menunjukkan pukul 04.30. langit masih agak gelap, masih ada sisa sisa bulan di pucuk cemara. sepi sekali sampai aku bisa mendengar nafasku sendiri. cukup lama aku loncat loncatan untuk mendapatkan kehangatan, nyata...